Kamis, 10 Oktober 2013

Pengertian Dasar Karya Tulis Ilmiah




PENGERTIAN DASAR KARYA TULIS ILMIAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah    : Karya Tulis Ilmiah
Dosen pengampu : M. RIKZA CHAMAMI, M. SI.









Disusun oleh :
1.             Muhammad Iqbal Reza M               (123311001)
2.             Adkha Rikha Sari                            (123311002)
3.             Emi Kurniawati                                (123311004)
4.             Moh Aji Pamungkas                        (113111171)



FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
2013






       I.            PENDAHULUAN
Tiap orang berkewajiban mengamalkan ilmunya dan meneruskan ilmu yang dipunyai itu kepada orang lain. Oleh karena itu, mengamalkan ilmu sekaligus harus meneruskan atau memberikan ilmu tersebut kepada orang lain. Dan salah satu cara untuk meneruskan ilmu atau menyampaikan ilmu tersebut kepada orang lain ialah dengan cara menulis dalam suatu karangan. Salah satu macam karangan atau tulisan yang biasa ditulis untuk para cendikiawan, seorang ahli atau sarjana, biasanya disebut Karangan ilmiah.
Karangan ilmiah ini berbeda dengan karangan lainnya dalam hal sifat, bentu, susunan dan persyaratannya. Dan karena itu dalam menulis karangan ilmiah terdapat semacam tradisi yang sudah diterima oleh dunia cendikiawan internasional. Memperkenalkan tradisi serta memberi penuntun agar dapat menulis karangan ilmiah sesuai dengan tradisi tersebut inilah tujuan daripada uraian berikut.

    II.            RUMUSAN MASALAH

A.     Apa pengertian  karya tulis ilmiah ?
B.     Bagaimana kriteria bahasa dalam karya ilmiah?
C.     Apa saja jenis – jenis karya tulis ilmiah ?
D.    Apa manfaat dari karya tulis ilmiah ?
E.     Apa manfaat penulisan karya tulisan ilmiah?

 III.            PEMBAHASAN
A.    Pengertian karya tulis ilmiah
Karya ilmiah terdiri dari dua kata, yakni “karya” artinya kerja, berbuat. “ilmiah” artinya bersifat ilmu. Ilmu adalah pengetahuan yang telah teruji kebenarannya melalui metode – metode penelitian. Oleh sebab itu, ilmu pada hakikatnya adalah pengetahuan ilmiah.  Pengetahuan ilmiah yang telah dimiliki sesorang disertai sikap ilmiah yang ditunjukannya dalam cara berfikirnya, hendaknya menjadi dasar dalam melakukan pekerjaan atau perbuatannya sehingga menghasilkan karya – karya yang bersifat ilmiah pula. Dengan kata lain, karya ilmiah adalah hasil atau produk manusia (biasanya dalam bentuk tulisan sekalipun tidak hanya itu) atas dasar pengetahuan, sikap, dan cara berfikir ilmiah. Setiap karya ilmiah harus mengandung kebenaran ilmiah, yakni kebenaran yang tidak hanya didasarkan atas rasio, tetapi juga dapat dibuktikan secara empiris. Karya ilmiah adalah Hasil penelitian ilmiah yang disusun dan ditulis secara sistematis, konsisten dengan proses dan langkah berfikir ilmiah serta memperhatikan aturan teknik penulisan ilmiah.[1]
Sedangkan dalam buku Karangan Ilmiah yang dikarang oleh  Ali Sastrohoetomo dijelaskan karya ilmiah atau karangan ilmiah adalah suatu karangan yang ditulis berdasarkan kenyataan ilmiah yang didapat dari penyelidikan. Dan penyelidikan ini dapat berupa penyelidikan pustaka laboraturium atau penyelidikan lapangan (fieldwork). Pada dasarnya karangan tulis ditulis sesudah timbulnya suatu masalah, analisis atau pengolahan data atau kenyataan dan kesimpulan yang didapat dari analisis tersebut. Dengan kata lain karangan ilmiah adalah suatu karangan yang memuat suatu masalah yang timbul, kenyatan – kenyataan atau data tentang masalah tersebut, analisis atau pengelolahan (pembahasan) dan kesimpulan dari padanya.[2]
Pada dasarnya tulisan adalah salah satu sarana komunikasi yang dipergumakan orang untuk menyampaikan berita, gagasan, dan informasi lain. Tulisan ada yang dikategorikan sebagai karya ilmiah dan lkarya non ilmiah. Perbedaan antara karya ilmiah dan lkarya non ilmiah lebih didasarkan atas pertanggung jawaban ilmiahnya. Karya ilmiah adalah karya yang memenuhi persyaratan dan pertanggungjawaban ilmiah, sedangkan karya non ilmiah adalah karya yang belum memenuhi persyaratan-persyaratan ilmiah. Meskipun demikian, kedua ragam tulisan tersebut memiliki tujuan yang hampir sama, yaitu memberikan informasin kepada pembaca.
Persyaratan ilmiah dalam karya ilmiah terletak pada kaidah-kaidah yang digunakan dalam penyusunannya. Karya ilmiah mempergunakan metode ilmiah, bahasa buku, tata tulis ilmiah, dan prinsip-prinsip keilmuan lain. Prinsip-prinsip keilmuan tersebut, menurut Maryadi (2004:15), antara lain: bersifat obyektif,  logis, empiris, sistematis, lugas, jelas dan konsisten. Karya ilmiah tidak hanya mencakup karya yang berasal dari penelitian ilmiah, melainkan juga mencakup karya yang berasal dari penelitian ilmiah, melainkan juga mencakup kajian secara professional terhadap suatu masalah yang dilakukan oleh ahlinya secara professional.
Tulisan yang termasuk karya tulis ilmiah antara lain: makalah, artikel ilmiah, laporan penelitian serta skripsi tesis, dan disertasi. Dari sudut pandang bahasa Indonesia yang baku, karya ilmiahlah yang paling dituntut untuk mempergunakan bahasa Indonesia yang baku, meskipun karya non ilmiah tetap harus mengacu kepada kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang baku. Penggunaan bahasa Indonesia yang baku sangat ditekankan dalam karya tulis ilmiah karena argumentasi yang harus diungkapkan dengan bahasa yang logis, sistematis, analitis. Penggunaan istilah yang rancu dan istilah yang mendua akan menyebabkan penyimpangan dari pesan yang dikehendaki oleh penulis.[3]

B.     Kriteria bahasa dalam karya tulis ilmiah
Bahasa yang digunakan dalam karya tulis ilmiah harus memenuhi beberapa kriteria antara lain crilmiah, yaitu kriteria diksi, kriteria kalimat, dan kriteria penalaran. Disamping itu juga ada criteria materi yang dapat dikategorikan sebagai karya ilmiah, yaitu kriteria signifikan.
1)      kriteria diksi, yaitu bahasa ilmiah harus menggunakan pilihan kata yang tepat, tidak mendua arti, lebih banyak menggunakan kata-kata konkret, dan penggunaan frase yang tepat.
2)      kriteria kalimat, yaitu penggunaan kalimat yang efektif dan paragraf yang baik. Kriteria kalimat efektif adalah kalimat yang lengkap, bertata bahasa benar, logis dan efisien dan variatif.
a.       Kalimat lengkap, yaitu kalimat yang memenuhi unsur-unsur kalimat yang lengkap, yaitu minimal terdiri atas subyek dan predikat.
b.      Kalimat bertata bahasa yang benar adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah-kaidah berbahasa yang benar. Kesalahan kaidah dalam berbahasa dapat mengakibatkan kalimat menjadi salah.
c.       Kalimat logis adalah kalimat yang dapat diterima oleh akal sehat karena didasarkan oleh alur pikiran yang benar.
d.      Kalimat efisien adalah kalinmat yang padat makna dan tidak menggunakan kata-kata mubazir.
e.       Kalimat variatif adalah kalimat yang mempergunakan kekayaan khazanah kosakata untuk menghindari kebosanan pembaca.
3)      kriteria penalaran adalah kriteria menilai kalimat berdasarkan logis tidaknya penalaran suatu kalimat.
4)      Kriteria signifikan adalah kriteria karya ilmiah yang didasarkan pada nilai dan arti penting sebuah karya . signifikansi sebuah tulisan terletak dari permasalahan yang diangkat, semakin penting dan mengandung dilemma permasalahan yang diangkat akan semakin signifikan sebuah karangan.[4]

C.    Jenis Karya Tulis Ilmiah
Beberapa Jenis Karya Tulis Ilmiah yaitu:

1)      Makalah/ Prasaran Seminar
Makalah berasal dari Bahasa Arab, maqaalah.  Makalah merupakan karangan ilmiah yang ditulis untuk disajikalam satu seminar atau symposium. Tebalnya sekitar 15 halaman diketik satu setengah spasi pada kertas daftar pustaka.
Makalah juga harus disusun berdasarkan hasil penelitian, entah penelitian lapangan maupun penelitian pustaka. Jadi, semua komponen ada tercakup didalamnya berisi tujuan . Namun, format susunannya tidak perlu formsl seperti pada skripsi, tesis, dan disertasi. Abstrak yang diletakkan pada awal makalah, biasanya  berisi tujuan penulisan, dan hasil atau kesimpulan. Kemajuan teknologi dewasa ini tidak menuntut penyaji makalah membacakan makalahnya melainkan hanya menjelaskan makalah dari powerpoint yang ditayangkan.[5]

2)      Artikel Koran/Majalah
Dalam bahasa inggris disebut magazine, periodical, journal. Suatu media komunikasi masa daalm bentuk publikasi cetak atau stensil atau fotocopi yang terbit berkala. Mingguan, dwimingguan, bulanan, kuartalan, setengah tahunan, atau pada waktu-waktu yang teratur lainnya majalah tersebut dipublikasikan dengan memuat diantaranya, berbagai liputan jurnalistik termasuk berita, artikel, cerita sastra, fiksi dan nonfiksi, poesi, resensi, kritik, karikatur, lelucon, pojok, tajuk rencana, “pengisi” (filler), kadang-kadang iklan, dan topic-topik actual, lainnya yang layak, diketahui audiensinya.
Dilihat dari cakupan pembacanya, dapat dibedakan ke dalam majalah umum yang dipublikasikan untuk khalayak yang luas, dan majalah kejuruan (professional journal) yang dipublikasikan untuk para ahli atau peminat khusus. Disebut juga Jurnal; Periodikal.[6]

3)      Artikel Jurnal Ilmiah
Artikel adalah tulisan yang memuat suatun masalah berikut analisis penulisannya.[7] Sedangkan Jurnal ialah majalah kejuruan (professional journal) yang dipublikasikan untuk para ahli atau peminat khusus[8]. Dan arti karta ilmiah “ilmiah” artinya bersifat ilmu. Ilmu adalah pengetahuan yang telah teruji kebenarannya melalui metode – metode penelitian. Oleh sebab itu, ilmu pada hakikatnya adalah pengetahuan ilmiah.[9]
 Jadi yang dimaksud Artikel Jurnal Ilmiah adalah tulisan ilmiah yang memuat suatun masalah berikut analisis penulisannya seperti majalah kejuruan (professional journal) yang dipublikasikan untuk para ahli atau peminat khusus.

4)      Review Book
Review Book atau resensi buku adalah karya tulis yang berisi hasil penimbangan, pengulasan, atau penilaian sebuah buku. Resensi yang disebut juga timbangan buku sering disampaikan kepada siding pembaca melalui surat kabar atau majalah. Tujuan resensi adalah memberi pertimbangan dan penilaian secara objektif, sehingga masyarakat mengetahui apakah buku yang diulas tersebut patut dibaca ataukah tidak.[10]

5)      Laporan Hasil Penelitian
Laporan hasil penelitian adalah laporan yang dibuat setelah suatu penelitian dilakukan. Laporan penelitian juga berisi komponen masalah, metode penelitian, objek penelitian, instrument penelitian, hasil yang dicapai. Lalu, rekomendasi untuk melakukan sesuatu yang lain berdasarkan hasil penelitian itu.[11]
Ada beberapa jenis Laporan Hasil Penelitian, yaitu:
a)      Penelitian professional
Yang dimaksud dengan  penelitian adalah suatu upaya pengumpulan, pengelolaan, penyajian dan analisa data yang dilakukan secara sistematis, teliti dan mendalam dalam rangka mencarikan jalan keluar dan atau pun jawaban terhadap suatu masalah yang ditemukan. Sedangkan arti kata professional berarti suatu hal yang berkaitan dengan profesi yang memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya.
Jadi penelitian professional berarti suatu upaya pengumpulan, pengelolaan, penyajian dan analisa data yang dilakukan secara sistematis, teliti dan mendalam dalam rangka mencarikan jalan keluar dan atau pun jawaban terhadap suatu masalah yang ditemukan yang dilakukan oleh orang yang memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya.[12]
Dalam penelitian, jika membicarakan tujuan, sebenarnya dapat dibedakan atas dua macam yakni:
1)      Tujuan yang dikaitkan dengan penelitian sebagai suatu program. Penelitian pada dasarnya adalah suatu program. Setiap program harus memiliki tujuan. Dengan demikian dalam penelitian dikenal pula tujuan yang dikaitkan dengan penelitian sebagai suatu program.
2)      Tujuan sebagai hasil dari kegiatan program. Tujuan yang dimaksudkan disini adalah suatu pernyataan yang menjelaskan hasil yang dicapai dari dilaksanaknnya suatu penelitian yakni berupa penyelesaian dan atau pun jawaban terhadap massalah yang ditemukan.[13]

b)     Tugas akhir (pra skripsi)
Kata pra merupakan bentuk terikat yang mempunyai arti sebelum. Sedangkan skripsi adalah karangan ilmiah berupa tugas akhir pada pendidikan strata satu. Masalah yang diajukan berkenaan dengan salah satu aspek yang menjadi substansi bidang keilmuan yang ditekuni. Skripsi memiliki bobot yang lebih tinggi dari sebuah karya tulis. Semua komponen penelitian yang dikemukakan pada subbab 8.1 harus jelas tampak dalam sebuah skripsi.[14]
Jadi tugas akhir (pra skripsi) yaitu sesuatu hal yang diberikan sebelum membuat karangan ilmiah berupa tugas akhir pada pendidikan strata satu.

c)      Skripsi
Skripsi berasal dari bahasa Latin, Scriptio, hal menulis, karangan tertulis tentang sesuatu, uraian, skripsi. Tulisan ilmiah sebagai salah satu syarat untuk mencapai peringkat atau gelar akademis tertentu. Disekitar tahun 1950-an hingga 1960-an, skripsi merupakan salah satu syarat untuk ujian akhir dalam mencapai gelar Sarjana Muda; sejak lebih kurang tahun 1970-an, skripsi merupakan salah satu syarat untuk ujian akhir dalam mencapai gelar Sarjana, syarat ini tidak merupakan keharusan mutlak. Beberapa perguruan tinggi membuka kemungkinan untuk mengikuti ujian tanpa keharusan untuk menulis skripsi, misalnya dengan makalah atau ujian mata kuliah tertentu (biasanya mata kuliah pokok).
Tulisan ilmiah dalam bentuk skripsi seringkali harus memenuhi syarat-syarat sebagai suatu karangan yang bermutu akademis, seperti perumusan premise yang menjadi dasar argumentasi, masalah yang mengemukakan rintangan atau kendala dalam mencapai tujuan, hipotesis sebagai tesis percobaan yang masih perlu dibuktikan kebenarannya dalam penelitian kepustakaan atau empiris, metode penelitian dan metode pembuktian yang dipergunakan untuk mengumpulkan data dan menarik kesimpulan dan saran bilamana dianggap perlu, dan biasanya diakhiri oleh daftar kepustakaan yang dipergunakan oleh penulisnya.[15]

d)     Tesis
Tesis berasal dari bahasa Yunani, thesis, diskusi, argument, dalil. Dalam bahasa Perancis disebut thȇsis. Dalam buku kamus Karya Tulis Ilmiah ada beberapa pengertian mengenai Tesis yaitu:
1.    Tahapan pertama dalam proses dialketika.
2.    Suatu proporsisi yang akan dibuktikan kebenarannya atau dikembangkan tanpa bukti; hipotesis..
3.    Hipotesis sebagai ketetapan atau pernyataan yang dikembangkan dan dipertahankan, jika mungkin oleh argumentasi;percobaan untuk memecahkan masalah.
4.       Karya tulis ilmiah sebagai suatub atau salah satu syarat untuk mencapai peringkat akademis tertentu.
5.      Karya tulis formal yang berfungsi untuk menyampaikan suatu argumentasi logis yang mendukung suatu pandangan pemecahan atas masalah.
6.    Suatu disertasi yang mewujudkan hasil-hasil riset yang asli;       khususnya, karya tulis yang ditulis oleh seorang kandidat untuk mencapai peringkat akademis tertentu.
Karya tulis ilmiah dalam bentyuk tesis lazimnya perlu mengemukakan premisme, masalah, hipotesis, asumsi, pembuktian hipotewsis, pemecahan masalah masalah, kesimpulan, dan bila dianggap perlu saran-saran. Riset yangmendukung tesis sapat riset yang kuantitatif atau riset yang kualitatif. Tesis mungkin berdasarkan pemnelitian empiric atau bersifat spekulatif. Tesis dapat menggunakan metode induktif atau deduktif atau kedua-duanya. Dan tesis pun bisas disusun semata-mata berdasarkan riset kepustakaan atau riset eksperimental.
Dalam tahun 1950-an sampai tahun 1960-an istilah tesis biasanya diperghunakan untuk karya tulis ilmiah sebagai salah satu untuk mencapai gelar Sarjana. Sedangkan skripsi untuk mencapai gelar Sarjana Muda. Akan tetapi sejak lebih kurang tahun 1970-an, tesis menjadi karya tulis ilmiah yang menjadi salah saytu syarat untuk mengikuti siding ujian pada Strata 2, untuk mencapai gelar Magister.
Tesis ini merupakan buktin kemampuan kandidat dalam penelitian dan pengembangan ilmu pada salah satu disiplin tertentu. Di Universitas Perancis, tesis pada umumnya merupakan karya tulis ilmiah untuk mencapai gelar akademius yang tertinggi. Diskusi yang terbuka untuk umum mengenai karya tulis ilmiah ini disebut sountenance de these.[16]
e)      Disertasi
Disertasi berasal dari bahsa Latin, disserto,memperbincanhkan, menguraikan, menerangkan; dissertio, penghancuran, perbincangan, pemecahan soal; dissertatio, risalah, tema, makalah, esai, disertasi.
Dalam kamus karya tulis ilmiah ada beberapa arti mengenai disertasi yaitu:
1.      Suatu karangan formal dalam analisa, interpretasi, evaluasi, dan penjelasan subyek, atau ulmu pengetahuan atau pendapat.
2.        Karya tulis yang membahas suatu atau beberapa pokok permasalahan secara ekstensif dan intensif.
3.      Penanganan tertulis yang sistematis dan meluas menegnai suatu subyek, khususnyaa tulisan ilmiah yang diajukan untuk mendapatkan gelar doktor.
Suatu disertasi mungkin mempunyai tujuan untuk menjernihkan ilmu  penegtahuan secara metodis. Disertasi membuka kemungkinan bagi penulisnya (promovendus) untuk menentukan atau mengajegkan pendapat atau pendirian. Tema disertasi dapat berwujud kritik, normative, dugaan, atau bahkan, spekulatif.
Sebagai tulisan ilmiah yang harus memenuhi syarat formal, karangan dalam bentuk disertasi merupakan karya tulius wajib bagi seorang promovendus mengenai suatu subyek yang disetujuai oleh para promotornya, suatu tulisan yang merupakan syarat untuk memperoleh gelar doktor, biasanya dari pendidikan pascasarjana. Dalam jenjang pendidikan formal saat ini, disertasi menjadi karya tulis ilmiah formal yang merupakan kulminasi kajian nbidangnya dalam struktur ilmu pengetahuan yang dipelajari dalam program Strata 3.[17]
6)      Buku Ilmiah
Buku ilmiah adalah karya tulis ilmiah yang mengikuti metode penulisan karya tulis ilmiah. Bagian-bagian, format, dan aspek teknik penulisan buku ilmiah itu berbeda dari makalah. Karya tulis tercetak yang memenuhi kriteria sebuah buku itu terdiri dari 40 halaman bagian pokok, dan bila masih berupa ketikan biassnya terdiri dari minimum 80 halaman ketik berspasi 2. Buku harus memiliki ISBN (International Serial Of Book Number).[18]


D.    Manfaat karya tulis ilmiah
Menulis karya ilmiah memiliki banyak sekali manfaat. Manfaat menulis ilmiah menurut Rosmaida yaitu melatih berpikir tertib dan teratur, karena menulis ilmiah harus mengikuti tata cara penulisan yang sudah ditentukan prosedur tertentu, metode dan teknik, aturan/kaidah standar, disajikan teratur, runtun dan tertib.
Beberapa manfaat secara umum yang dapat kita petik dari sebuah karangan ilmiah adalah sebagai berikut:
1)      Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif.
2)      Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber.
3)      Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan.
4)      Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis.
5)      Memperoleh kepuasaan intelektual.
6)      Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan.
Sedangkan dalam dunia pendidikan karya tulis ilmiah memiliki beberapa manfaat diantaranya yaitu :
a)      Menyampaikain ide
Tujuan penulisan karya ilmiah yang paling mendasar adalah untuk menyampaikan ide atau gagasan tentang sebuah topik dalam bentuk tulisan ilmiah. Karya ilmiah adalah karya tulis yang memuat data dan fakta yang diungkap dari hasil penelitian, pengamatan dan peninjauan.
Melalui karya tulis ilmiah ini, seseorang mahasiswa bisa menyampaikan gagasannya kepada khalayak ramai (pembaca) mengenai suatu topik yang diteliti dan diamatinya secara mendalam. Agar lebih mudah dicerna dan dipahami, gagasan tersebut dikembangkan lebih lanjut dalam bentuk rumusan masalah dan pembahasan.

b)      Melatih Kemampuan Menulis
Melatih kempuan menulis atau menyampaikan gagasan dalam bentuk tulisan merupakan salah satu tujuan yang mendorong sebagian mahasiswa tertarik menulis karya ilmiah. Menulis adalah sebuah keterampilan oleh kata. Kelihatannya sangat sederhana, namun tidak semua orang yang bisa menciptakan karya tulis ilmiah bermutu melalui ketermpilan ini. Membiasakan diri menulis karya tulis ilmiah dengan sendirinya, akan melatih dan mengkondisikan otak dan pikiran agar selalu dalam tradisi menulis.[19]

c)      Tradisi Ilmiah
Tujuan penulisan karya ilmiah lainnya adalah mengembangkan tradisi ilmiah yang elegan di lingkungan kampus. Kemampuan menyampaikan gagasan dalam bentuk tulisan ilmiah memiliki gengsi tersendiri bagi mahasiswa dan dosen. Karya ilmiah menunjukkan bukti kemampuan intelektual seorang civitas akademika di perguruan tinggi.

d)     Sebagai Tugas Akhir
Karya ilmiah bagi mahasiswa sangat identik dengan kelulusan atau penyelesaian tugas akhir. Seorang mahasiswa baru bisa menyandang gelar sarjan ketika mereka berhasil menyelesaikan karya ilmiah yang lebih dikenal dengan skripsi. Memiliki keahlian menyampaikan gagasan dalam bentuk tulisan ilmiah adalah wajib bagi seorang mahasiswa. Sehingga bisa dikatakan tujuan penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa adalah untuk mendapatkan hak kelulusan dan gelar sarjana dalam proses pendidikannya.

e)      Eksistensi
Tidak dapat dipungkiri menyampaikan gagasan dalam bentuk karya tulis ilmiah adalah salah satu cara untuk menunjukkan eksistensi sebagai seorang intelektual. Mahasiswa yang idealis dan memiliki minat yang tinggi terhadap ilmu yang digeluti, tentu bersemangat melakukan penelitian dan pengamatan terhadap berbagai topik.
Meneliti dan kemudian menyampaikan hasil penelitian dan pengamatan tersebut baik secara tertulis maupun lisan menjadi sebuah aktivitas yang mengasyikkan. Yang lebih menarik lagi, konsisten meneliti dan menulis akan membuat Anda eksis dan dikenal sebagai seorang ahli dalam bidang ilmu yang ditekuni.[20]
E.     Manfaat penulisan karya tulis ilmiah
Menurut Sikumbang (dalam Suseni, 1982: 2-5), sekurang-kurangnya ada enam manfaat yang diperoleh dari kegiatan menulis karya tulis ilmiah, yang intinya sebagai berikut:
1.      Penulis dapat terlatih mengembangkan ketrampilan membaca yang efektif.
2.      Penulis dapat terlatih menggabungkan hasil bacaan dan berbagai sumber, mengambil sarinya, dan mengembangkannya.
3.      Penulis dapat berkenalan dengan kegiatan perpustakaan.
4.      Penulis dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasi dan menyajikan data.
5.      Penulis dapat memperoleh kepuasan intelektual.
6.      Penulis terus memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.
7.      Penulisan popular cepat ditangkap oleh pembaca.
8.      Penulisan populer dapat menghibur dan menyenangkan bagi para pembaca.
9.      Penulis dapat memperlancar dalam pengungkapan ide
10.  Biasa dijadikan sarana peluapan perasaan.

 IV.            KESIMPULAN
Karya ilmiah terdiri dari dua kata, yakni “karya” artinya kerja, berbuat. “ilmiah” artinya bersifat ilmu. Jadi Karya ilmiah adalah Hasil penelitian ilmiah yang disusun dan ditulis secara sistematis, konsisten dengan proses dan langkah berfikir ilmiah serta memperhatikan aturan teknik penulisan ilmiah.
Kriteria bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah harus memenuhi beberapa kriteria yaitu kriteria diksi; kriteria kalimat meliputi kalimat lengkap, kriteria bertata bahasa yang benar, dan kalimat logis, kalimat efisien, kalimat variatif, dan kriteria signifikansi. Dalam signifikansi sebuah tulisan terletak dari permasalahan yang diangkat, semakin penting dan mengandung dilemma permasalahan yang diangkat akan semakin signifikan sebuah karangan.
Jenis Karya Tulis Ilmiah. Beberapa Jenis Karya Tulis. Ilmiah yaitu: 1) Makalah/ Prasaran Seminar, Makalah merupakan karangan ilmiah yang ditulis untuk disajikalam satu seminar atau symposium. Tebalnya sekitar 15 halaman diketik satu setengah spasi pada kertas daftar pustaka. 2) Artikel Koran/Majalah adalah Suatu media komunikasi masa daalm bentuk publikasi cetak atau stensil atau fotocopi yang terbit berkala. 3) Artikel Jurnal Ilmiah adalah tulisan ilmiah yang memuat suatun masalah berikut analisis penulisannya seperti majalah kejuruan (professional journal) yang dipublikasikan untuk para ahli atau peminat khusus. 4) Review Book atau resensi buku adalah karya tulis yang berisi hasil penimbangan, pengulasan, atau penilaian sebuah buku. 5) Laporan hasil penelitian adalah laporan yang dibuat setelah suatu penelitian dilakukan, laporan hasil penelitian dapat berupa penelitian professional, pra skripsi, skripsi, thesis, dan disertasi.
Beberapa manfaat secara umum yang dapat kita petik dari sebuah karangan ilmiah adalah sebagai berikut: 1) Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif. 2) Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber. 3) Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan. 4) Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis. 5) Memperoleh kepuasaan intelektual. 6) Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan.
Sedangkan manfaat penulisan karya tulis ilmiah adalah:
1.      Penulis dapat terlatih mengembangkan ketrampilan membaca yang efektif.
2.      Penulis dapat terlatih menggabungkan hasil bacaan dan berbagai sumber, mengambil sarinya, dan mengembangkannya.
3.      Penulis dapat berkenalan dengan kegiatan perpustakaan.
4.      Penulis dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasi dan menyajikan data.
5.      Penulis dapat memperoleh kepuasan intelektual



    V.            PENUTUP
Demikianlah uraian singkat mengenai pengertian dasar karya tulis ilmiah. Pemakalah sadar bahwa makalah yang saya susun ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu saran dan kritik yang konstruktif kami harapkan dari para pembaca, guna perbaikan makalah saya selanjutnya. Semoga apa yang saya tulis dapat bermanfaat bagi saya khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Amin.
DAFTAR PUSTAKA
Azwar, Azrul, dan  Prihartono, Joedo,  2003,  Metodologi Penelitian, Batam: Binarupa Aksara.
Chaer, Abdul, 2011, Ragam Bahasa Ilmiah, Jakarta: PT Rineka Cipta.
Dalman, Menulis Karya Ilmiah, 2012, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Djuroto, Totok dan  Suprijadi, Bambang, 2009, Menulis Artikel dan  Karya Tulis Ilmiah, Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Komaruddin dan Komarrudin, Yooke Tjuparnah S, 2006, Kamus Istilah Karya Tulis Ilmiah, Cet. III,  Jakarta: Bumi Aksara .
Sastrohoetomo, Ali, 1975,  Karangan Ilmiah, Jakarta: Pradnya Paramita
Sudjana, Nana, 2009, Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah, Bandung: Sinar Baru Algensindo
Surakhmad, Winarno, 1996, Paper Skripsi Thesis Disertasi, Bandung; Tarsito.
Rumaningsih, Endang, 2011, Mahir Berbahasa Indonesia, Semarang: Rasail.







BIODATA SINGKAT PENULIS

1.      Nama                       : Emi Kurniawati
NIM                            : 123311004
Jurusan                       : Kependidikan Islam
Tempat, tanggal lahir  : Kendal, 20 Januari 1995
 Alamat                        : Ds. Jambearum Rt05/Rw01 Patebon Kendal
Pendidikan                  
Ø  TK                        : TK Tarbiyatul Athfal Jambearum
Ø  SD/MI                  : MI NU 05 Jambearum
Ø  SMP/MTs             : SSN SMPN 03 Patebon
Ø  SMA/MA/SMK   : MA MODEL Kendal
Ø  S-1                        : IAIN Walisongo Semarang
E-mail                          : emikurniawati20@gmail.com
HP                               : 08974672327

2.      Nama                       : Adkha Rikha Sari
NIM                            : 123311002
Jurusan                       : Kependidikan Islam
Tempat, tanggal lahir  : Demak, 06 Juli 1993
 Alamat                        : Ds. Karangawen Rt02/Rw08 . Karangawen demak
Pendidikan                  
Ø  SD/MI                  : SD N 1 Karangawen
Ø  SMP/MTs             : SMPN 01 Karangawen
Ø  SMA/MA/SMK   : SMA N 02 Mranggen
Ø  S-1                        : IAIN Walisongo Semarang
E-mail                          : adkharikhasari @gmail.com
HP                               : 085740505208







[1] Nana Sudjana, Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2009) hlm. 4.
[2] Ali Sastrohoetomo, Karangan Ilmiah, (Jakarta: Pradnya Paramita, 1975) hlm. 12.
[3] Endang Rumaningsih, Mahir Berbahasa Indonesia, (Semarang: Rasail, 2011), hlm. 251.
[4] Endang Rumaningsih, Mahir Berbahasa Indonesia, hlm. 254.
[5] Abdul Chaer, Ragam Bahasa Ilmiah, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2011), hlm.185
[6] Komaruddin, Yooke Tjuparnah S Komarrudin, Kamus Istilah Karya Tulis Ilmiah, Cet. III (Jakarta: Bumi Aksara : 2006), hlm143.
[7] Endang Rumaningsih, Mahir Berbahasa Indonesia, (Semarang: Rasail, 2011), hlm. 25.
[8] Komaruddin, Yooke Tjuparnah S Komarrudin, Kamus Istilah Karya Tulis Ilmiah, Cet. III, hlm.143.
[9] Nana Sudjana, Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah, hlm. 4.
[10] Dalman, Menulis Karya Ilmiah, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2012), hlm. 43.
[11] Abdul Chaer, Ragam Bahasa Ilimiah, (Jakarta: PT Rineka Cipta,2011), hlm 187.
[12] Azrul Azwar, Joedo Prihartono, Metodologi Penelitian, (Batam: Binarupa Aksara,2003) hlm 5
[13] Azrul Azwar, Joedo Prihartono, Metodologi Penelitian, hlm.30
[14] Abdul Chaer, Ragam Bahasa Ilimiah, hlm 186.
[15] Komaruddin, Yooke Tjuparnah S Komarrudin, Kamus Istilah Karya Tulis Ilmiah, Cet. II, hlm 249.
[16] Komaruddin, Yooke Tjuparnah S Komarrudin, Kamus Istilah Karya Tulis Ilmiah, Cet. III, hlm. 273.
[17] Komaruddin, Yooke Tjuparnah S Komarrudin, Kamus Istilah Karya Tulis Ilmiah, Cet. III, hlm. 61.

[18] Mukayat D. Brotowidjoyo, Metodologi Penelitian dan Penulisan Karangan Ilmiah, ( Yogyakarta: Liberty, 1991), hlm.89
[19]Winarno Surakhmad, Paper Skripsi Thesis Disertasi, (Bandung; Tarsito, 1996), hlm. 9
[20]Totok Djuroto  & Bambang Suprijadi,  Menulis Artikel dan Karya Tulis Ilmiah, hlm 18-19