PENGERTIAN DASAR KARYA TULIS ILMIAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah :
Karya Tulis Ilmiah
Dosen pengampu : M. RIKZA CHAMAMI, M. SI.
Disusun oleh :
1.
Muhammad Iqbal Reza M (123311001)
2.
Adkha Rikha Sari (123311002)
3.
Emi Kurniawati (123311004)
4.
Moh Aji Pamungkas (113111171)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
2013
I.
PENDAHULUAN
Tiap orang
berkewajiban mengamalkan ilmunya dan meneruskan ilmu yang dipunyai itu kepada
orang lain. Oleh karena itu, mengamalkan ilmu sekaligus harus meneruskan atau
memberikan ilmu tersebut kepada orang lain. Dan salah satu cara untuk
meneruskan ilmu atau menyampaikan ilmu tersebut kepada orang lain ialah dengan
cara menulis dalam suatu karangan. Salah satu macam karangan atau tulisan yang
biasa ditulis untuk para cendikiawan, seorang ahli atau sarjana, biasanya
disebut Karangan ilmiah.
Karangan ilmiah
ini berbeda dengan karangan lainnya dalam hal sifat, bentu, susunan dan
persyaratannya. Dan karena itu dalam menulis karangan ilmiah terdapat semacam
tradisi yang sudah diterima oleh dunia cendikiawan internasional.
Memperkenalkan tradisi serta memberi penuntun agar dapat menulis karangan
ilmiah sesuai dengan tradisi tersebut inilah tujuan daripada uraian berikut.
II.
RUMUSAN MASALAH
A.
Apa pengertian karya tulis ilmiah ?
B.
Bagaimana kriteria bahasa dalam karya ilmiah?
C.
Apa saja jenis – jenis karya tulis ilmiah ?
D.
Apa manfaat dari
karya tulis ilmiah ?
E.
Apa manfaat penulisan karya tulisan ilmiah?
III.
PEMBAHASAN
A.
Pengertian karya tulis ilmiah
Karya ilmiah terdiri dari dua kata, yakni
“karya” artinya kerja, berbuat. “ilmiah” artinya bersifat ilmu. Ilmu adalah
pengetahuan yang telah teruji kebenarannya melalui metode – metode penelitian.
Oleh sebab itu, ilmu pada hakikatnya adalah pengetahuan ilmiah. Pengetahuan ilmiah yang telah dimiliki
sesorang disertai sikap ilmiah yang ditunjukannya dalam cara berfikirnya,
hendaknya menjadi dasar dalam melakukan pekerjaan atau perbuatannya sehingga
menghasilkan karya – karya yang bersifat ilmiah pula. Dengan kata lain, karya
ilmiah adalah hasil atau produk manusia (biasanya dalam bentuk tulisan
sekalipun tidak hanya itu) atas dasar pengetahuan, sikap, dan cara berfikir
ilmiah. Setiap karya ilmiah harus mengandung kebenaran ilmiah, yakni kebenaran
yang tidak hanya didasarkan atas rasio, tetapi juga dapat dibuktikan secara
empiris. Karya ilmiah adalah Hasil penelitian ilmiah yang disusun dan ditulis
secara sistematis, konsisten dengan proses dan langkah berfikir ilmiah serta
memperhatikan aturan teknik penulisan ilmiah.[1]
Sedangkan dalam buku Karangan Ilmiah yang
dikarang oleh Ali Sastrohoetomo dijelaskan
karya ilmiah atau karangan ilmiah adalah suatu karangan yang ditulis
berdasarkan kenyataan ilmiah yang didapat dari penyelidikan. Dan penyelidikan
ini dapat berupa penyelidikan pustaka laboraturium atau penyelidikan lapangan (fieldwork).
Pada dasarnya karangan tulis ditulis sesudah timbulnya suatu masalah, analisis
atau pengolahan data atau kenyataan dan kesimpulan yang didapat dari analisis
tersebut. Dengan kata lain karangan ilmiah adalah suatu karangan yang memuat
suatu masalah yang timbul, kenyatan – kenyataan atau data tentang masalah
tersebut, analisis atau pengelolahan (pembahasan) dan kesimpulan
dari padanya.[2]
Pada dasarnya tulisan adalah salah satu sarana komunikasi yang
dipergumakan orang untuk menyampaikan berita, gagasan, dan informasi lain.
Tulisan ada yang dikategorikan sebagai karya ilmiah dan lkarya non ilmiah.
Perbedaan antara karya ilmiah dan lkarya non ilmiah lebih didasarkan atas
pertanggung jawaban ilmiahnya. Karya ilmiah adalah karya yang memenuhi
persyaratan dan pertanggungjawaban ilmiah, sedangkan karya non ilmiah adalah
karya yang belum memenuhi persyaratan-persyaratan ilmiah. Meskipun demikian,
kedua ragam tulisan tersebut memiliki tujuan yang hampir sama, yaitu memberikan
informasin kepada pembaca.
Persyaratan ilmiah dalam karya ilmiah terletak pada kaidah-kaidah
yang digunakan dalam penyusunannya. Karya ilmiah mempergunakan metode ilmiah,
bahasa buku, tata tulis ilmiah, dan prinsip-prinsip keilmuan lain.
Prinsip-prinsip keilmuan tersebut, menurut Maryadi (2004:15), antara lain:
bersifat obyektif, logis, empiris,
sistematis, lugas, jelas dan konsisten. Karya ilmiah tidak hanya mencakup karya
yang berasal dari penelitian ilmiah, melainkan juga mencakup karya yang berasal
dari penelitian ilmiah, melainkan juga mencakup kajian secara professional
terhadap suatu masalah yang dilakukan oleh ahlinya secara professional.
Tulisan yang termasuk karya tulis ilmiah antara lain: makalah,
artikel ilmiah, laporan penelitian serta skripsi tesis, dan disertasi. Dari
sudut pandang bahasa Indonesia yang baku, karya ilmiahlah yang paling dituntut
untuk mempergunakan bahasa Indonesia yang baku, meskipun karya non ilmiah tetap
harus mengacu kepada kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang baku. Penggunaan
bahasa Indonesia yang baku sangat ditekankan dalam karya tulis ilmiah karena
argumentasi yang harus diungkapkan dengan bahasa yang logis, sistematis,
analitis. Penggunaan istilah yang rancu dan istilah yang mendua akan
menyebabkan penyimpangan dari pesan yang dikehendaki oleh penulis.[3]
B.
Kriteria bahasa dalam karya tulis ilmiah
Bahasa yang digunakan dalam karya tulis ilmiah harus memenuhi
beberapa kriteria antara lain crilmiah, yaitu kriteria diksi, kriteria kalimat,
dan kriteria penalaran. Disamping itu juga ada criteria materi yang dapat
dikategorikan sebagai karya ilmiah, yaitu kriteria signifikan.
1)
kriteria diksi, yaitu bahasa ilmiah harus menggunakan pilihan kata
yang tepat, tidak mendua arti, lebih banyak menggunakan kata-kata konkret, dan
penggunaan frase yang tepat.
2)
kriteria kalimat, yaitu penggunaan kalimat yang efektif dan
paragraf yang baik. Kriteria kalimat efektif adalah kalimat yang lengkap,
bertata bahasa benar, logis dan efisien dan variatif.
a.
Kalimat lengkap, yaitu kalimat yang memenuhi unsur-unsur kalimat
yang lengkap, yaitu minimal terdiri atas subyek dan predikat.
b.
Kalimat bertata bahasa yang benar adalah kalimat yang sesuai dengan
kaidah-kaidah berbahasa yang benar. Kesalahan kaidah dalam berbahasa dapat
mengakibatkan kalimat menjadi salah.
c.
Kalimat logis adalah kalimat yang dapat diterima oleh akal sehat
karena didasarkan oleh alur pikiran yang benar.
d.
Kalimat efisien adalah kalinmat yang padat makna dan tidak
menggunakan kata-kata mubazir.
e.
Kalimat variatif adalah kalimat yang mempergunakan kekayaan
khazanah kosakata untuk menghindari kebosanan pembaca.
3)
kriteria penalaran adalah kriteria menilai kalimat berdasarkan
logis tidaknya penalaran suatu kalimat.
4)
Kriteria signifikan adalah kriteria karya ilmiah yang didasarkan
pada nilai dan arti penting sebuah karya . signifikansi sebuah tulisan terletak
dari permasalahan yang diangkat, semakin penting dan mengandung dilemma
permasalahan yang diangkat akan semakin signifikan sebuah karangan.[4]
C.
Jenis Karya Tulis Ilmiah
Beberapa
Jenis Karya Tulis Ilmiah yaitu:
1)
Makalah/ Prasaran Seminar
Makalah berasal dari Bahasa Arab, maqaalah. Makalah merupakan karangan ilmiah yang
ditulis untuk disajikalam satu seminar atau symposium. Tebalnya sekitar 15
halaman diketik satu setengah spasi pada kertas daftar pustaka.
Makalah juga harus disusun berdasarkan hasil penelitian, entah
penelitian lapangan maupun penelitian pustaka. Jadi, semua komponen ada
tercakup didalamnya berisi tujuan . Namun, format susunannya tidak perlu formsl
seperti pada skripsi, tesis, dan disertasi. Abstrak yang diletakkan pada awal
makalah, biasanya berisi tujuan
penulisan, dan hasil atau kesimpulan. Kemajuan teknologi dewasa ini tidak
menuntut penyaji makalah membacakan makalahnya melainkan hanya menjelaskan
makalah dari powerpoint yang ditayangkan.[5]
2)
Artikel Koran/Majalah
Dalam bahasa inggris disebut magazine, periodical, journal. Suatu
media komunikasi masa daalm bentuk publikasi cetak atau stensil atau fotocopi
yang terbit berkala. Mingguan, dwimingguan, bulanan, kuartalan, setengah
tahunan, atau pada waktu-waktu yang teratur lainnya majalah tersebut
dipublikasikan dengan memuat diantaranya, berbagai liputan jurnalistik termasuk
berita, artikel, cerita sastra, fiksi dan nonfiksi, poesi, resensi, kritik,
karikatur, lelucon, pojok, tajuk rencana, “pengisi” (filler),
kadang-kadang iklan, dan topic-topik actual, lainnya yang layak, diketahui
audiensinya.
Dilihat dari cakupan pembacanya, dapat dibedakan ke dalam majalah
umum yang dipublikasikan untuk khalayak yang luas, dan majalah kejuruan (professional
journal) yang dipublikasikan untuk para ahli atau peminat khusus. Disebut
juga Jurnal; Periodikal.[6]
3)
Artikel Jurnal Ilmiah
Artikel adalah tulisan yang memuat suatun masalah berikut analisis
penulisannya.[7]
Sedangkan Jurnal ialah majalah kejuruan (professional journal) yang
dipublikasikan untuk para ahli atau peminat khusus[8].
Dan arti karta ilmiah “ilmiah” artinya bersifat ilmu. Ilmu adalah pengetahuan yang telah teruji
kebenarannya melalui metode – metode penelitian. Oleh sebab itu, ilmu pada
hakikatnya adalah pengetahuan ilmiah.[9]
Jadi
yang dimaksud Artikel Jurnal Ilmiah adalah tulisan ilmiah yang memuat suatun
masalah berikut analisis penulisannya seperti majalah kejuruan (professional
journal) yang dipublikasikan untuk para ahli atau peminat khusus.
4)
Review Book
Review Book atau resensi buku adalah karya tulis yang berisi hasil
penimbangan, pengulasan, atau penilaian sebuah buku. Resensi yang disebut juga
timbangan buku sering disampaikan kepada siding pembaca melalui surat kabar
atau majalah. Tujuan resensi adalah memberi pertimbangan dan penilaian secara
objektif, sehingga masyarakat mengetahui apakah buku yang diulas tersebut patut
dibaca ataukah tidak.[10]
5)
Laporan Hasil Penelitian
Laporan hasil penelitian adalah laporan yang dibuat setelah suatu
penelitian dilakukan. Laporan penelitian juga berisi komponen masalah, metode
penelitian, objek penelitian, instrument penelitian, hasil yang dicapai. Lalu,
rekomendasi untuk melakukan sesuatu yang lain berdasarkan hasil penelitian itu.[11]
Ada beberapa jenis Laporan Hasil Penelitian, yaitu:
a)
Penelitian professional
Yang
dimaksud dengan penelitian adalah suatu
upaya pengumpulan, pengelolaan, penyajian dan analisa data yang dilakukan
secara sistematis, teliti dan mendalam dalam rangka mencarikan jalan keluar dan
atau pun jawaban terhadap suatu masalah yang ditemukan. Sedangkan arti kata
professional berarti suatu hal yang berkaitan dengan profesi yang memerlukan
kepandaian khusus untuk menjalankannya.
Jadi
penelitian professional berarti suatu upaya pengumpulan, pengelolaan, penyajian
dan analisa data yang dilakukan secara sistematis, teliti dan mendalam dalam
rangka mencarikan jalan keluar dan atau pun jawaban terhadap suatu masalah yang
ditemukan yang dilakukan oleh orang yang memerlukan kepandaian khusus untuk
menjalankannya.[12]
Dalam
penelitian, jika membicarakan tujuan, sebenarnya dapat dibedakan atas dua macam
yakni:
1)
Tujuan yang dikaitkan dengan penelitian sebagai suatu program.
Penelitian pada dasarnya adalah suatu program. Setiap program harus memiliki
tujuan. Dengan demikian dalam penelitian dikenal pula tujuan yang dikaitkan
dengan penelitian sebagai suatu program.
2)
Tujuan sebagai hasil dari kegiatan program. Tujuan yang dimaksudkan
disini adalah suatu pernyataan yang menjelaskan hasil yang dicapai dari
dilaksanaknnya suatu penelitian yakni berupa penyelesaian dan atau pun jawaban
terhadap massalah yang ditemukan.[13]
b)
Tugas akhir (pra skripsi)
Kata
pra merupakan bentuk terikat yang mempunyai arti sebelum. Sedangkan
skripsi adalah karangan ilmiah berupa tugas akhir pada pendidikan strata satu.
Masalah yang diajukan berkenaan dengan salah satu aspek yang menjadi substansi
bidang keilmuan yang ditekuni. Skripsi memiliki bobot yang lebih tinggi dari
sebuah karya tulis. Semua komponen penelitian yang dikemukakan pada subbab 8.1
harus jelas tampak dalam sebuah skripsi.[14]
Jadi
tugas akhir (pra skripsi) yaitu sesuatu hal yang diberikan sebelum membuat karangan
ilmiah berupa tugas akhir pada pendidikan strata satu.
c)
Skripsi
Skripsi berasal dari bahasa Latin, Scriptio, hal menulis,
karangan tertulis tentang sesuatu, uraian, skripsi. Tulisan ilmiah sebagai
salah satu syarat untuk mencapai peringkat atau gelar akademis tertentu.
Disekitar tahun 1950-an hingga 1960-an, skripsi merupakan salah satu syarat
untuk ujian akhir dalam mencapai gelar Sarjana Muda; sejak lebih kurang tahun
1970-an, skripsi merupakan salah satu syarat untuk ujian akhir dalam mencapai
gelar Sarjana, syarat ini tidak merupakan keharusan mutlak. Beberapa perguruan
tinggi membuka kemungkinan untuk mengikuti ujian tanpa keharusan untuk menulis
skripsi, misalnya dengan makalah atau ujian mata kuliah tertentu (biasanya mata
kuliah pokok).
Tulisan ilmiah dalam bentuk skripsi seringkali harus memenuhi
syarat-syarat sebagai suatu karangan yang bermutu akademis, seperti perumusan premise
yang menjadi dasar argumentasi, masalah yang mengemukakan rintangan atau
kendala dalam mencapai tujuan, hipotesis sebagai tesis percobaan yang masih
perlu dibuktikan kebenarannya dalam penelitian kepustakaan atau empiris, metode
penelitian dan metode pembuktian yang dipergunakan untuk
mengumpulkan data dan menarik kesimpulan dan saran bilamana dianggap perlu, dan
biasanya diakhiri oleh daftar kepustakaan yang dipergunakan oleh
penulisnya.[15]
d)
Tesis
Tesis berasal dari bahasa Yunani, thesis, diskusi, argument,
dalil. Dalam bahasa Perancis disebut thȇsis. Dalam buku kamus Karya Tulis
Ilmiah ada beberapa pengertian mengenai Tesis yaitu:
1.
Tahapan pertama dalam proses dialketika.
2.
Suatu proporsisi yang akan dibuktikan kebenarannya atau
dikembangkan tanpa bukti; hipotesis..
3.
Hipotesis sebagai ketetapan atau pernyataan yang dikembangkan dan dipertahankan,
jika mungkin oleh argumentasi;percobaan untuk memecahkan masalah.
4.
Karya tulis ilmiah sebagai
suatub atau salah satu syarat untuk mencapai peringkat akademis tertentu.
5.
Karya tulis formal yang berfungsi untuk menyampaikan suatu
argumentasi logis yang mendukung suatu pandangan pemecahan atas masalah.
6.
Suatu disertasi yang mewujudkan hasil-hasil riset yang asli; khususnya, karya tulis yang ditulis oleh
seorang kandidat untuk mencapai peringkat akademis tertentu.
Karya tulis
ilmiah dalam bentyuk tesis lazimnya perlu mengemukakan premisme, masalah,
hipotesis, asumsi, pembuktian hipotewsis, pemecahan masalah masalah,
kesimpulan, dan bila dianggap perlu saran-saran. Riset yangmendukung tesis
sapat riset yang kuantitatif atau riset yang kualitatif. Tesis mungkin
berdasarkan pemnelitian empiric atau bersifat spekulatif. Tesis dapat
menggunakan metode induktif atau deduktif atau kedua-duanya. Dan tesis pun
bisas disusun semata-mata berdasarkan riset kepustakaan atau riset
eksperimental.
Dalam tahun
1950-an sampai tahun 1960-an istilah tesis biasanya diperghunakan untuk karya
tulis ilmiah sebagai salah satu untuk mencapai gelar Sarjana. Sedangkan skripsi
untuk mencapai gelar Sarjana Muda. Akan tetapi sejak lebih kurang tahun
1970-an, tesis menjadi karya tulis ilmiah yang menjadi salah saytu syarat untuk
mengikuti siding ujian pada Strata 2, untuk mencapai gelar Magister.
Tesis ini
merupakan buktin kemampuan kandidat dalam penelitian dan pengembangan ilmu pada
salah satu disiplin tertentu. Di Universitas Perancis, tesis pada umumnya
merupakan karya tulis ilmiah untuk mencapai gelar akademius yang tertinggi.
Diskusi yang terbuka untuk umum mengenai karya tulis ilmiah ini disebut sountenance
de these.[16]
e)
Disertasi
Disertasi berasal dari bahsa Latin, disserto,memperbincanhkan,
menguraikan, menerangkan; dissertio, penghancuran, perbincangan,
pemecahan soal; dissertatio, risalah, tema, makalah, esai, disertasi.
Dalam kamus karya tulis ilmiah ada beberapa arti mengenai disertasi
yaitu:
1.
Suatu karangan formal dalam analisa, interpretasi, evaluasi, dan
penjelasan subyek, atau ulmu pengetahuan atau pendapat.
2.
Karya tulis yang membahas suatu atau beberapa pokok permasalahan
secara ekstensif dan intensif.
3.
Penanganan tertulis yang sistematis dan meluas menegnai suatu
subyek, khususnyaa tulisan ilmiah yang diajukan untuk mendapatkan gelar doktor.
Suatu disertasi
mungkin mempunyai tujuan untuk menjernihkan ilmu penegtahuan secara metodis. Disertasi membuka
kemungkinan bagi penulisnya (promovendus) untuk menentukan atau mengajegkan
pendapat atau pendirian. Tema disertasi dapat berwujud kritik, normative,
dugaan, atau bahkan, spekulatif.
Sebagai tulisan
ilmiah yang harus memenuhi syarat formal, karangan dalam bentuk disertasi
merupakan karya tulius wajib bagi seorang promovendus mengenai suatu subyek
yang disetujuai oleh para promotornya, suatu tulisan yang merupakan syarat untuk
memperoleh gelar doktor, biasanya dari pendidikan pascasarjana. Dalam jenjang
pendidikan formal saat ini, disertasi menjadi karya tulis ilmiah formal yang
merupakan kulminasi kajian nbidangnya dalam struktur ilmu pengetahuan yang
dipelajari dalam program Strata 3.[17]
6)
Buku Ilmiah
Buku ilmiah adalah karya tulis ilmiah yang mengikuti metode
penulisan karya tulis ilmiah. Bagian-bagian, format, dan aspek teknik penulisan
buku ilmiah itu berbeda dari makalah. Karya tulis tercetak yang memenuhi
kriteria sebuah buku itu terdiri dari 40 halaman bagian pokok, dan bila masih berupa
ketikan biassnya terdiri dari minimum 80 halaman ketik berspasi 2. Buku harus
memiliki ISBN (International Serial Of Book Number).[18]
D.
Manfaat karya tulis ilmiah
Menulis karya ilmiah memiliki banyak sekali manfaat. Manfaat
menulis ilmiah menurut Rosmaida yaitu melatih berpikir tertib dan teratur,
karena menulis ilmiah harus mengikuti tata cara penulisan yang sudah ditentukan
prosedur tertentu, metode dan teknik, aturan/kaidah standar, disajikan teratur,
runtun dan tertib.
Beberapa manfaat secara umum yang dapat kita petik dari sebuah
karangan ilmiah adalah sebagai berikut:
1)
Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif.
2)
Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber.
3)
Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan.
4)
Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan
sistematis.
5)
Memperoleh kepuasaan intelektual.
6)
Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan.
Sedangkan dalam
dunia pendidikan karya tulis ilmiah memiliki beberapa manfaat diantaranya yaitu
:
a)
Menyampaikain ide
Tujuan penulisan karya ilmiah yang paling mendasar adalah untuk
menyampaikan ide atau gagasan tentang sebuah topik dalam bentuk tulisan ilmiah.
Karya ilmiah adalah karya tulis yang memuat data dan fakta yang diungkap dari
hasil penelitian, pengamatan dan peninjauan.
Melalui karya tulis ilmiah ini, seseorang mahasiswa bisa
menyampaikan gagasannya kepada khalayak ramai (pembaca) mengenai suatu topik
yang diteliti dan diamatinya secara mendalam. Agar lebih mudah dicerna dan
dipahami, gagasan tersebut dikembangkan lebih lanjut dalam bentuk rumusan
masalah dan pembahasan.
b)
Melatih Kemampuan Menulis
Melatih kempuan menulis atau menyampaikan gagasan dalam bentuk
tulisan merupakan salah satu tujuan yang mendorong sebagian mahasiswa tertarik
menulis karya ilmiah. Menulis adalah sebuah keterampilan oleh kata.
Kelihatannya sangat sederhana, namun tidak semua orang yang bisa menciptakan
karya tulis ilmiah bermutu melalui ketermpilan ini. Membiasakan diri menulis
karya tulis ilmiah dengan sendirinya, akan melatih dan mengkondisikan otak dan
pikiran agar selalu dalam tradisi menulis.[19]
c)
Tradisi Ilmiah
Tujuan penulisan karya ilmiah lainnya adalah mengembangkan tradisi
ilmiah yang elegan di lingkungan kampus. Kemampuan menyampaikan gagasan dalam
bentuk tulisan ilmiah memiliki gengsi tersendiri bagi mahasiswa dan dosen.
Karya ilmiah menunjukkan bukti kemampuan intelektual seorang civitas akademika
di perguruan tinggi.
d)
Sebagai Tugas Akhir
Karya ilmiah bagi mahasiswa sangat identik dengan kelulusan atau penyelesaian
tugas akhir. Seorang mahasiswa baru bisa menyandang gelar sarjan ketika mereka
berhasil menyelesaikan karya ilmiah yang lebih dikenal dengan skripsi. Memiliki
keahlian menyampaikan gagasan dalam bentuk tulisan ilmiah adalah wajib bagi
seorang mahasiswa. Sehingga bisa dikatakan tujuan penulisan karya ilmiah bagi
mahasiswa adalah untuk mendapatkan hak kelulusan dan gelar sarjana dalam proses
pendidikannya.
e)
Eksistensi
Tidak dapat dipungkiri menyampaikan gagasan dalam bentuk karya
tulis ilmiah adalah salah satu cara untuk menunjukkan eksistensi sebagai
seorang intelektual. Mahasiswa yang idealis dan memiliki minat yang tinggi
terhadap ilmu yang digeluti, tentu bersemangat melakukan penelitian dan
pengamatan terhadap berbagai topik.
Meneliti dan kemudian menyampaikan hasil penelitian dan pengamatan
tersebut baik secara tertulis maupun lisan menjadi sebuah aktivitas yang
mengasyikkan. Yang lebih menarik lagi, konsisten meneliti dan menulis akan
membuat Anda eksis dan dikenal sebagai seorang ahli dalam bidang ilmu yang
ditekuni.[20]
E.
Manfaat penulisan karya tulis ilmiah
Menurut Sikumbang (dalam Suseni, 1982: 2-5), sekurang-kurangnya ada
enam manfaat yang diperoleh dari kegiatan menulis karya tulis ilmiah, yang
intinya sebagai berikut:
1.
Penulis dapat terlatih mengembangkan ketrampilan membaca yang
efektif.
2.
Penulis dapat terlatih menggabungkan hasil bacaan dan berbagai
sumber, mengambil sarinya, dan mengembangkannya.
3.
Penulis dapat berkenalan dengan kegiatan perpustakaan.
4.
Penulis dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasi dan menyajikan
data.
5.
Penulis dapat memperoleh kepuasan intelektual.
6.
Penulis terus memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.
7.
Penulisan popular cepat ditangkap oleh pembaca.
8.
Penulisan populer dapat menghibur dan menyenangkan bagi para
pembaca.
9.
Penulis dapat memperlancar dalam pengungkapan ide
10.
Biasa dijadikan sarana peluapan perasaan.
IV.
KESIMPULAN
Karya ilmiah
terdiri dari dua kata, yakni “karya” artinya kerja, berbuat. “ilmiah” artinya
bersifat ilmu. Jadi Karya ilmiah adalah Hasil penelitian ilmiah
yang disusun dan ditulis secara sistematis, konsisten dengan proses dan langkah
berfikir ilmiah serta memperhatikan aturan teknik penulisan ilmiah.
Kriteria bahasa
yang digunakan dalam karya ilmiah harus memenuhi beberapa kriteria yaitu
kriteria diksi; kriteria kalimat meliputi kalimat lengkap, kriteria bertata
bahasa yang benar, dan kalimat logis, kalimat efisien, kalimat variatif, dan kriteria
signifikansi. Dalam signifikansi sebuah tulisan terletak dari permasalahan yang
diangkat, semakin penting dan mengandung dilemma permasalahan yang diangkat
akan semakin signifikan sebuah karangan.
Jenis Karya
Tulis Ilmiah. Beberapa Jenis Karya Tulis. Ilmiah yaitu: 1) Makalah/ Prasaran
Seminar, Makalah merupakan karangan ilmiah yang ditulis untuk
disajikalam satu seminar atau symposium. Tebalnya sekitar 15 halaman diketik
satu setengah spasi pada kertas daftar pustaka. 2) Artikel Koran/Majalah adalah
Suatu media komunikasi masa daalm bentuk publikasi cetak atau stensil atau
fotocopi yang terbit berkala. 3) Artikel Jurnal Ilmiah adalah tulisan ilmiah yang memuat
suatun masalah berikut analisis penulisannya seperti majalah kejuruan (professional
journal) yang dipublikasikan untuk para ahli atau peminat khusus. 4) Review Book atau resensi buku adalah karya tulis yang berisi
hasil penimbangan, pengulasan, atau penilaian sebuah buku. 5) Laporan hasil
penelitian adalah laporan yang dibuat setelah suatu penelitian dilakukan,
laporan hasil penelitian dapat berupa penelitian professional, pra skripsi,
skripsi, thesis, dan disertasi.
Beberapa manfaat secara umum yang dapat kita petik dari sebuah
karangan ilmiah adalah sebagai berikut: 1) Melatih untuk mengembangkan
keterampilan membaca yang efektif. 2) Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan
dari berbagai sumber. 3) Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan. 4) Meningkatkan
pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis. 5) Memperoleh
kepuasaan intelektual. 6) Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan.
Sedangkan manfaat penulisan karya tulis ilmiah adalah:
1.
Penulis dapat terlatih mengembangkan ketrampilan membaca yang
efektif.
2.
Penulis dapat terlatih menggabungkan hasil bacaan dan berbagai
sumber, mengambil sarinya, dan mengembangkannya.
3.
Penulis dapat berkenalan dengan kegiatan perpustakaan.
4.
Penulis dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasi dan
menyajikan data.
5.
Penulis dapat memperoleh kepuasan intelektual
V.
PENUTUP
Demikianlah uraian singkat mengenai pengertian
dasar karya tulis ilmiah. Pemakalah sadar bahwa
makalah yang saya susun ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu saran dan
kritik yang konstruktif kami harapkan dari para pembaca, guna perbaikan makalah
saya selanjutnya. Semoga apa yang saya tulis dapat bermanfaat bagi saya
khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Amin.
DAFTAR PUSTAKA
Azwar,
Azrul, dan Prihartono, Joedo, 2003, Metodologi
Penelitian, Batam: Binarupa Aksara.
Chaer, Abdul, 2011, Ragam Bahasa Ilmiah, Jakarta: PT
Rineka Cipta.
Dalman, Menulis Karya Ilmiah, 2012, Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.
Djuroto,
Totok dan Suprijadi, Bambang, 2009, Menulis
Artikel dan Karya Tulis Ilmiah, Bandung:
PT Remaja Rosda Karya.
Komaruddin
dan Komarrudin, Yooke Tjuparnah S, 2006, Kamus Istilah Karya Tulis Ilmiah,
Cet. III, Jakarta: Bumi Aksara .
Sastrohoetomo, Ali, 1975, Karangan Ilmiah, Jakarta: Pradnya Paramita
Sudjana, Nana, 2009, Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah, Bandung:
Sinar Baru Algensindo
Surakhmad,
Winarno, 1996, Paper Skripsi Thesis Disertasi, Bandung; Tarsito.
Rumaningsih, Endang,
2011, Mahir Berbahasa Indonesia, Semarang: Rasail.
BIODATA
SINGKAT PENULIS
1. Nama :
Emi Kurniawati
NIM :
123311004
Jurusan :
Kependidikan Islam
Tempat,
tanggal lahir : Kendal, 20 Januari 1995
Alamat : Ds. Jambearum Rt05/Rw01 Patebon Kendal
Pendidikan
Ø TK :
TK Tarbiyatul Athfal Jambearum
Ø SD/MI :
MI NU 05 Jambearum
Ø SMP/MTs :
SSN SMPN 03 Patebon
Ø SMA/MA/SMK : MA MODEL
Kendal
Ø S-1 :
IAIN Walisongo Semarang
E-mail : emikurniawati20@gmail.com
HP :
08974672327
2. Nama :
Adkha Rikha Sari
NIM :
123311002
Jurusan :
Kependidikan Islam
Tempat,
tanggal lahir : Demak, 06 Juli 1993
Alamat : Ds. Karangawen Rt02/Rw08 . Karangawen
demak
Pendidikan
Ø SD/MI :
SD N 1 Karangawen
Ø SMP/MTs :
SMPN 01 Karangawen
Ø SMA/MA/SMK : SMA N 02
Mranggen
Ø S-1 :
IAIN Walisongo Semarang
E-mail : adkharikhasari
@gmail.com
HP :
085740505208
[3]
Endang Rumaningsih, Mahir Berbahasa Indonesia, (Semarang: Rasail, 2011),
hlm. 251.
[5]
Abdul Chaer, Ragam Bahasa Ilmiah, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2011), hlm.185
[6] Komaruddin, Yooke Tjuparnah S Komarrudin, Kamus Istilah Karya
Tulis Ilmiah, Cet. III (Jakarta: Bumi Aksara : 2006), hlm143.
[11]
Abdul Chaer, Ragam Bahasa Ilimiah, (Jakarta: PT Rineka Cipta,2011), hlm
187.
[12] Azrul
Azwar, Joedo Prihartono, Metodologi Penelitian, (Batam: Binarupa
Aksara,2003) hlm 5
[14]
Abdul Chaer, Ragam Bahasa Ilimiah, hlm 186.
[16] Komaruddin, Yooke Tjuparnah S Komarrudin, Kamus Istilah Karya
Tulis Ilmiah, Cet. III, hlm. 273.
[18]
Mukayat D. Brotowidjoyo, Metodologi Penelitian dan Penulisan Karangan Ilmiah,
( Yogyakarta: Liberty, 1991), hlm.89
[19]Winarno
Surakhmad, Paper Skripsi Thesis Disertasi, (Bandung; Tarsito, 1996),
hlm. 9
Tidak ada komentar:
Posting Komentar